Powered By Blogger

Selasa, 08 Oktober 2013

Entrepreneur di Idonesia


            Seorang sosiolog terkenal, David McClelland pernah berkata, bahwa suatu negara dapat menjadi makmur apabila jumlah entrepreneurnya paling sedikit 2% dari total penduduk keseluruhan. Pada tahun 2001 saja, Singapura telah memiliki entrepreneur sebanyak 2.1% dan telah meningkat menjadi 7.2% pada tahun ini. Sedangkan, total entrepreneur di Indonesia baru 0.18% dari jumlah penduduk atau sekitar 400.000-an jiwa. Masih merupakan sebuah jalan yang panjang untuk mencapai target ideal yang dimaksud.
            Berbicara mengenai entrepreneur, kita berbicara mengenai mereka-mereka yang memiliki daya kreasi dan inovasi tinggi untuk menciptakan kesempatan berharga dari suatu hal yang sering dipandang tidak bernilai. Berani mengambil resiko dari setiap tindakan, tanggap terhadap perubahan, tidak mudah menyerah, tidak takut rugi dan belajar dari kesalahan namun takut bila hidup hanya menjadi beban dan diam saja tanpa berusaha menyongsong perubahan. Itulah mengapa David McClelland dapat berkata bahwa entrepreneur adalah sosok yang mampu membawa kemakmuran bagi negaranya.
            Indonesia sebenarnya dapat cukup berbangga. Semakin banyak entrepreneur muda Indonesia yang masuk dalam nominasi Business Week Asia’s Best Young Entrepreneurs 2009. Dari 25 orang yang terpilih di Asia, tahun ini Indonesia berhasil menempatkan 9 entrepreneur muda terbaik yang berusia di bawah 35 tahun. Sungguh sebuah hal yang patut diapresiasi dan semoga merupakan sebuah indikasi positif perkembangan entrepreneur di Indonesia.
Para entrepreneur muda tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Andina Nabila Irvani (19 tahun)
Mahasiswa Universitas Bina Nusantara yang menekuni usaha sepatu, baju, dan tas lukis dengan merek usaha Spotlight bersama saudara perempuannya Nerissa Arviana.
2. Antonius Dian Adhy Feryanto (30 tahun)
Pada tahun 2006, Feryanto dan beberapa rekannya membangun PT Pavettia Atsiri Indonesia (PAI), sebuah usaha yang mampu mengubah bahan-bahan mentah dari alam menjadi produk komersial, yakni minyak.
3. Aziz Setyawijaya (19 tahun)
Aziz mendirikan Nomaden Experintal Artworks, sebuah usaha yang berkaitan dengan fotografi, pada tahun 2008. Dalam beberapa bulan, Nomaden berhasil meraup pemasukan sebanyak $7000.
4. Goris Mustaqim (26 tahun)
Goris membantu anak-anak muda untuk mewujudkan ide-ide bisnis mereka menjadi rencana kerja yang nyata. Pada tahun 2006, Goris mendirikan Yayasan Asgar Muda yang menyemangati para pemuda untuk dapat terlibat aktif dalam isu pendidikan dan budaya dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Ia juga mendirikan PT. Resultan Nusantara.
5. Iim Fachima Jachja (31 tahun)
Virus Communications adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang online marketing consulting. Virus didirikan pada tahun 2006 oleh Iim Fahima dan suaminya, Adhitia Sofyan. Dalam waktu 3 tahun, perusahaan tersebut berhasil melakukan lompatan yang besar dalam bisnis dan telah meng-handle lebih dari 10 klien ternama, seperti Hewlett Packard, Toyota, Auto 2000, Telkom, XL, Smart Telco, Lippo Group, Tupperware, dan Sosro.
6. Malariantika Yulianggi (19 tahun)
Malariantika mendirikan sebuah usaha kuliner bernama Shoyu Pia Cake, makanan yang berbasis bahan dasar singkong.
7. Oscar Lawalata (32 tahun)
Oscar Lawalata adalah seorang fashion designer. Bulan Februari yang lalu, ia berhasil memenangkan British Council’s International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Fashion Award 2009 di London’s Fashion Week.
8. Roihatul Jannah (30 tahun)
Roihatul mendirikan sebuah usaha bernama Helmiat Bonceng Bocah (HBB). Produk HBB ditujukan sebagai alat pengaman ketika orang tua memboncengkan anak-anaknya dengan menggunakan motor.
9. Wahyu Aditya (29 tahun)
Wahyu mendirikan HelloMotion School pada umur 24 tahun. HelloMotion School merupakan sebuah sekolah di bidang film dan animasi. Wahyu pernah menjadi finalis nasional untuk ajang IYCEY Design Award 2006, pemenang IYCEY Design and Screen Award 2007, juga menjadi orang Indonesia pertama dan termuda yang dianugerahi gelar British Council’s International Young Screen Entrepreneur of the Year.

“Segala sesuatu yang dilakukan dengan perjuangan dan atas nama Allah SWT, Insya Allah akan terwujud. Maka jangan sia-siakan hidup kita untuk segala sesuatu yang tidak berguna,”Malariantika Yulianggi, founder of Shoyu Pia Cake

Tidak ada komentar:

Posting Komentar